Tanya jawab atheis tentang reproduksi, never ending arguing
PARA ATHEIS Tanggapanmu bagaimana setelah KAMU MERASA HASIL REPRODUKSI, TAPI TIDAK MENGAKUI TUHAN.
COBA BACA AYAT INI DALAM AL-QUR'AN : " Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari sari tanah, kemudian kami menjadikannya air mani pada tempat yang kukuh dan terpelihara (rahim) kemudian kami menjadikan air mani itu segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, lalu segumpal daging kami jadikan tulang-tulang, maka kami liputi tulang-tulang itu dengan daging, kemudian kami menjadikannya satu bentuk yang lain. Maha suci Allah sebaik-baik pencipta ".
atheis indonesia menjawab:
ayat itu ditulis sebelum atau setelah ada fenomena reproduksi di dunia?
kalau setelah sih, anak kecil gua bisa menulis itu
Mari kita perhatikan percakapan di atas, dengan fikiran yang jernih. ayat alquran di atas turun pada abad ke 6 Masehi. pada saat itu dunia kedokteran khususnya di daerah arab tempat nabi muhammad saw tinggal belum lagi eksis apalagi berkembang, sehingga sangat sulit membayangkan seseorang bisa berbicara secara urut proses reproduksi, kehamilan, tepat dan selaras dengan teknologi kedokteran abad 20. Tidak perlu diperpanjang pembahasan ini sepertinya sudah jelas hasil diskusi nya.
1 komentar:
quran ngawur, perkembangan embrio manusia gak kyk gitu.
Gak ada tuh tahap gumpalan2 gak jelas gitu.
Katanya jenis kelamin ditetapkan di usia 42 hari, oleh malekat yg datang dan membawa catatan untuk mencatat segala hal tentang manusia itu, padahal usia 2 minggu udah ketauan jenis kelaminnya apa...
Padahal buku catatan baru diciptakan manusia, kenapa cerita ini bersifat antropocentris...
Kenapa malekat gak punya ingatan...
Katanya jenis kelamin ditentukan oleh siapa dulu yang orgasme diantara suami istri (kalo istrinya duluan berarti anaknya, kalo suaminya berarti cowo), padahal jenis kelamin hanya ditentukan oleh sperma (X dan Y) sementara Sel telur X doank...
ANeh, namanya juga cerita dongeng...
Poskan Komentar