Share me please :)

diantara sebab – sebab cewek menjadi lesbian

Kita tahu walaupun boleh juga pura tidak tahu, bawa perkembangan pergaulan gadis-gadis cewek masa kini mulai merebak disorientasi seksual ke arah lesbi atau homosexualitas bagi cowoknya. Mungkin di Indonesia intensitasnya kurang, akan tetapi jika anda punya teman atau saudara cewek yang bekerja di singapore, hongkong dan taiwan maka akan tahu lewat qola wa qila bahwa di sana pertumbuhan penderita disorientasi seksual yakni khususnya lesbian meningkat sangat drastis. Mengapa?

Karena tingginya kebutuhan akan laki-laki untuk tkw di sana, tetapi kenyataannya sangat sedikit supply. banyaknya stok wanita, membuat virus lesbian ini meracuni pemikiran-pemikiran mereka. ada kisah yang benar atau tidaknya tidak bisa dipertanggungjawabkan akan tetapi masuk akal. salah seorang kenalan bercerita bahwa temannya (pria) yang bekerja di korea jika mendapatkan cuti barang 2 minggu, tidak dipergunakan untuk pulang ke indonesia, akan tetapi dipergunakan untuk mengunjungi teman-teman wanitanya di hongkong atau di taiwan. dan kisah selanjutnya bisa ditebak bahwa ia mendapatkan wanita-wanita yang kehausan di sana. Ada juga kenalan lain bercerita kalau temannya pernah dizinahi oleh orang pakistan yang juga bekerja di hongkong sampai hamil. Dan tragisnya berakhir dengan melakukan kemaksiatan lain yakni abortus. Dan belum ada sebulan kemarin ada berita tkw indonesia buang bayi di tempat sampah.

Tidak semua orang wanita yang khususnya bekerja di hongkong dan taiwan bisa digeneralisir bahwa mereka tidak bisa menjaga kehormatannya dengan menjadi lesbian atau berzina dengan pekerja urban dari korea atau lain negara yang kebanyakan laki-laki, ada juga yang iffah, yakni menjaga kesucian dirinya. Tetapi serangan virus-virus ideologi, dari luar dan dari (yang mengatasnamakan) dalam islam itu sendiri.

Sebagai contoh kerudung artis atau bahkan syariat artis, seperti Julia Perez yang membuat syariat baru lewat istilah  menjilbabkan hati. Nong Darol Mahmada dengan artikelnya yang mendayu syahdu: “Benarkah jilbab itu adalah syariat Islam?” seperti biasa antek JIL mengatakan harus membedakan mana kebudayaan arab dan mana islam legal spesifik tidak sepenting ideal moral. bahasa awamnya ialah membedakan kulit dengan isi.

Homoseksual dan lesbianisme seperti diberi angin segar dengan fatwa-fatwa mahsyur dari kata “Ustadzah” Musdah Mulia

Allah  tidak menilai seorang hamba dari orientasi seksualnya, tapi dari amalnya

Nah lo? bagaimana? bukankah pilihan cewek untuk menjadi lesbian sudah tidak kekurangan alasan atau sebab?

Posted on 05:36 by Admin and filed under , , , | 1 Comments »

1 komentar:

muskovitkikuk mengatakan... @ 5 Januari 2012 17:27

mau lesbian mau apa kek?? logikanya 1.. orang atheis itu berfikir logis, matematis, fisikis, ilmiah kan?? sekarang coba sedikit berfikir agak 'manusiawi' bagi yang homo dan lesbi (anda termasuk kan?) karena kebanyakan orang atheis begitu (susah dapet pacar) ane bukan atheis ane theist (ane muslim)... nah pengen gak sih yang lesbong lesbong dan hombreng hombreng itu ada yang ngurusin di hari tua nanti?? (anak2nya)... pengen gak sih mereka lebih sedikit 'logis' punya generasi (keturunan) yang 'katanya' mau melestarikan generasi atheist?? dan sekeenario yang lain (ini pertanyaan sob): "apa kemungkinan paling BURUK ketika seluruh manusia di dunia gak punya agama (atheist menginginkan kebebasan berpikir dan bertindak bukan?)ane bertanya kemungkinan (silahkan kalkulasi kalo memang bisa dijabarkan I'm a mathematician btw)... harus ada dong kemungkinan 'buruk'nya karena ketika para theist bersaing untuk mendapatkan umat dan saling 'bunuh' (kata orang anti-theist).. sedangkan orang atheist sendiri juga sama ingin mendapatkan banyak pengikut (meski gak saling 'bunuh' katanya)... sorry sob gue gak suka debat tapi suka tonton orang depat so... this is question not a critic, nor a offense or somethin'.... I'm theist let's keep respect each other.. peace...