Share me please :)

debat atheis, penafian tauhid rububiyah, philosophical parlor trick

Mengapa di dalam hujjah-hujjah islam, yakni alquran, assunnah, tidak terdapat keterangan satupun tentang atheis, padahal jika islam adalah agama yang sempurna tentunya ada jawaban untuk perkara ini. karena tidak mungkin atheis lepas dari kekuasaan dan ilmu allah.

ternyata bukan begitu, kebenaran tidak bisa ditutupi. ilah adalah sesuatu yang disembah,  dicintai, diikuti, yang biasa dijadikan tandingan selain allah. dari titik ini maka fir’aun adalah contoh yang tepat jika hendak membahas masalah atheis berdasarkan kitabullah.

tiada kebenaran, tiada ilah, selain diri fir’aun sendiri. dan atheis-atheis modern ialah anak cucu dari pemikiran fir’aun ini.

Musa menjawab: "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya"....
Musa berkata: "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal" qs 26: ayat 24 & 28

dari surat as syu’araa tersebut terdapat beberapa hikmah yang bisa diungkap, diantaranya ialah:
1. Fir'aun berkeyakinan atheis, tiada tuhan tidak ada kebenaran (selain dirinya sendiri)
2. Logika itu memastikan eksistensi Tuhan

ada sebuah kisah menarik, walau kebenarannya masih dipertanyakan

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan beberapa pertanyaan, yaitu :

“Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab,

“Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab,

“Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”

“Tentu saja,” jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”

“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”

Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi kita tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.

ternyata… eh….tenyata nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

semoga bisa menambah wawasan ketuhanan atau ketidakbertuhanan anda.

Posted on 06:05 by Admin and filed under , , , , | 3 Comments »

3 komentar:

Anonim mengatakan... @ 27 Desember 2011 03:04

Suatu zat tidak bisa tercipta dari ketiadaan,
Kalo kita mau bikin patung, harus ada bahannya, batu, liat, atau apapun itu.
Kalau kita liat proses penciptaan, alam semesta tercipta dari ketiadaan, gak logis.
Tiba-tiba muncul...

Kebaikan atau kejahatan relatif...
Kalo dia ngomongin fisika, kejahatan sama kebaikan bukan hal yg bisa diukur menurut fisika, jadi gak nyambung.

Anonim mengatakan... @ 21 Januari 2012 19:48

emang musa pernah ada?

Anonim mengatakan... @ 18 Februari 2012 22:54

Analogi yang bagus :D